Thursday, August 30, 2018

Berapa Persen Susu Balita Terbaik Pengaruhi Perkembangan Otak Si Kecil?

Siapapun tahu susu balita terbaik sangat penting untuk perkembangan anak, terutama otak. Inilah yang menjadi salah satu alasan orang tua tidak ingin asal-asalan dalam memilih susu. Tidak masalah bagi mereka untuk membelikan susu dengan harga yang mahal asalkan itu bagus untuk perkembangan otak balita.
Namun, apakah susu yang mahal pasti bagus? Belum tentu lho bunda. Dalam hal ini, bunda harus memastikan bahwa kandungan nutrisi di dalam susu lengkap. Seharusnya ini yang dijadikan patokan untuk memastikan bahwa susu yang bunda pilih adalah susu balita yang terbaik. Bukan karena harga yang mahal.
Terlepas dari hal tersebut, apakah benar susu mempengaruhi perkembangan otak si kecil? Tentu saja. Akan tetapi, yang menjadi persoalan adalah seberapa besar pengaruh susu untuk perkembangan otak anak.
Hal Yang Harus Bunda Ketahui Mengenai Susu Balita
Sebenarnya, sulit untuk membuat prosentase berapa persen susu pengaruhi perkembangan otak anak. Akan tetapi, penjelasan berikut ini bisa membuka wawasan bunda mengenai peran susu.
Banyak orang tua yang tidak memahami jika susu adalah pelengkap saja. Sumber nutrisi utama tetap berasal dari makanan yang bunda berikan untuk sang buah hati. Dalam hal ini, para ahli kesehatan anak menguatkan dengan statemen mereka bahwasannya susu hanya untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi minimal harian.
Hal ini yang membuat para ahli kesehatan anak tidak begitu menekankan orang tua mengenai merk susu. Yang mereka tekankan adalah bagaimana orang tua selalu memberikan asupan nutrisi dari makanan setiap hari.
Apakah itu artinya anak tidak perlu minum susu? Tentu saja tidak. Seperti penjelasan sebelumnya, susu balita diperlukan untuk memastikan kebutuhan nutrisi minimal harian anak terpenuhi. Itu poinnya.
Oleh sebab itu, setidaknya ada dua hal yang sangat mempengaruhi perkembangan otak anak usia dini, yaitu makanan dan susu. Selain itu, ada satu hal yang juga tak kalah penting, yaitu stimulus dari luar. Bagaimanapun juga, perkembangan anak terutama bagian otak tidak akan berkembang secara optimal jika tidak diberi stimulus yang tepat.
Nah, dari penjelesan singkat tersebut di atas, apakah bunda sudah bisa menarik kesimpulan mengenai peran susu untuk mencerdaskan otak?
Penghambat Perkembangan Otak Balita
Mungkin selama ini bunda sudah memastikan bahwa anak selalu mendapatkan makanan yang bergizi dan minum susu balita yang terbaik setiap hari. Namun, apakah bunda juga sudah melakukan antisipasi terhadap hal-hal yang menghambat perkembangan otak anak?
Jangan sepelekan hal ini ya bunda. Setidaknya ada dua hal yang perlu bunda ketahui.
  1. Makanan Olahan Gula
Anak balita sangat suka sekali dengan makanan yang manis. Tahukah bunda jika makanan yang terlalu manis ini bisa menghambat perkembangan otak?

Mungkin selama ini bunda hanya tahu bahwa makanan tersebut akan merusak gigi. Gigi balita bisa menjadi gigis. Namun, lebih berbahaya lagi ketika makanan seperti ini ternyata bisa menjadi penghambat perkembangan otak balita.

Oleh sebab itu, kurangi atau kalau bisa hindari untuk memberikan makanan yang terlalu manis. Ini sangat penting tidak hanya untuk kesehatan gigi tapi juga perkembangan otak anak.

  1. Makanan Cepat Saji
Sangat disayangkan sekali ketika orang tua sudah mengenalkan makanan fast food atau makanan cepat saji kepada balita mereka. Ini tidak hanya makanan yang mengandung rendah nutrisi tapi juga bisa menghambat perkembangan otak anak.

Kok bisa? Tentu saja bisa. Adanya asam lemak jenuh di makanan cepat saji disinyalir menjadi salah satu penyebab menurunkan sirkulasi darah. Dan ini secara tidak langsung akan menghambat perkembangan otak.
Akan lebih aman jika bunda buatkan makanan sendiri di rumah. Jadi, bunda bisa yakin bahwa semua bahan yang digunakan alami. Selain itu, ini juga sebagai cara yang tepat agar anak tidak mengenal makanan cepat saji atau makanan yang kandungan gulanya sangat tinggi.
Hal Sepele Tapi Penting Untuk Perkembangan Otak Balita
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perkembangan otak anak usia dini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal berupa nutrisi tapi juga eksternal. Faktor eksternal ini sering disebut dengan stimulus dari luar. Jadi, bunda harus memberikan stimulus perkembangan otak yang tepat.
Ini bisa dilakukan dengan cara membelikan mainan edukasi. Untuk yang satu ini, bunda pasti sudah tahu. Namun, jangan sepelekan hal kecil berikut ini.
  • Tidur Nyenyak
Siapa sangka jika tidur nyenyak itu mempengaruhi perkembangan otak balita. Karena pada saat inilah sel-sel otak berkembang. Maka dari itu, jangan sampai si kecil kurang tidur atau tidur tapi kurang nyenyak. Hal tersebut akan sangat mengganggu proses perkembangan sel otak anak.

  • Jangan Sampai Trauma
Di beberapa tempat di mana terjadi bencana atau konflik, perkembangan anak di tempat tersebut kurang bagus. Hal ini disebabkan oleh trauma. Trauma membuat perkembangan otak tidak optimal.

Inilah mengapa para pemerhati kesehatan dan perkembangan anak melakukan trauma healing untuk anak-anak. Ini sangat penting selain memastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup.

  • Ikatan Hati Dengan Orang Tua
Menurut penelitian, anak yang punya kedekatan dengan orang tua lebih cerdas daripada yang tidak. Ini disebabkan adanya rasa nyaman. Rasa nyaman ini membuat anak sangat bebas dan leluasa untuk berkembang.
Nah, dari sekian hal tersebut, jelas kan bunda tidak cukup hanya dengan memberikan susu balita terbaik. Ada hal lain yang harus bunda lakukan jika ingin memiliki anak yang cerdas.

Monday, August 27, 2018

Minum Susu Memang Baik, Tapi Jika Berlebihan Jadinya Bahaya Lho


Jangan hanya sibuk mencari susu pertumbuhan anak yang terbaik ya bunda. Bunda juga harus ketahui bagaimana agar susu tersebut memberikan manfaat untuk sang buah hati.
Bisa saja lho susu yang bunda berikan justru memberikan hal buruk. Contohnya saja jika ternyata bunda salah dalam menyajikan susu. Atau bunda terlalu sering memberikan susu kepada sang buah hati.
Meskipun susu yang bunda beli itu adalah susu balita terbaik, susu tersebut bisa menjadi boomerang. Bukannya menyehatkan tapi juga menjadi sumber masalah kesehatan anak.
Risiko Buruk Ketika Balita Minum Susu Berlebihan
Bunda pasti tahu kan buah semangka itu bagus untuk kesehatan. Di dalam buah semangka, terdapat kandungan nutrisi yang sangat baik, terutama serat, vitamin, dan mineral. Tapi, coba bunda cari tahu apa yang terjadi jika terlalu banyak makan semangka. Bunda bisa mengalami darah rendah.
Nah, dari contoh tersebut, sebenarnya sudah bisa dipahami bagaimana makanan yang baik bisa menjadi buruk jika berlebihan. Yang tepat adalah mengkonsumsi makanan sehat sesuai dengan aturan.
Begitu juga dengan susu. Jika bunda ingin memastikan tumbuh kembang anak baik, berikan susu balita terbaik serta jangan sampai berlebihan.
Ada hal buruk yang bisa terjadi jika bunda tidak mengontrol konsumsi susu sang buah hati.
  1. Obesitas
Obesitas atau kegemukan pada balita menjadi perhatian penting para ahli gizi sekarang ini. Ternyata, ini sering disebabkan oleh susu.
Memang semakin banyak orang tua yang sadar pentingnya memberikan susu kepada balita. Tidak seperti zaman dahulu. Akan tetapi, kesadaran tersebut tidak diimbangi dengan ilmu pengetahuan yang cukup. Mereka menganggap susu itu bagus sehingga berapa gelas pun anak minum susu, itu tidak masalah.
Mereka tidak memahami jika si kecil minum susu berlebihan, maka ada potensi obesitas. Pasalnya, di dalam susu, terdapat kandungan nutrisi terutama protein yang begitu tinggi. Jika protein didapatkan oleh si kecil berlebih dan tidak digunakan, maka yang terjadi adalah si kecil akan mengalami kegemukan.
  1. Diabetes
Setelah ada risiko obesitas, penyakit lain juga mengintai, yaitu diabetes. Bahkan, dokter anak mengatakan seseorang yang ketika balita mengalami kegemukan rawan sekali terkena diabetes ketika dewasa meskipun berat badannya ketika dewasa sudah normal.
Cukup disayangkan ketika ada ibu-ibu yang asal dalam memberikan susu. Asalkan susu saja. Mereka tidak memperhatikan kandungan di dalamnya. Untuk bunda, jangan pilih susu dengan kandungan gula tinggi ya. Karena inilah yang menjadi salah satu pemicu diabetes.
Meskipun demikian, diabetes tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Ada banyak sekali faktor yang berpengaruh seperti aktivitas fisik yang kurang.
  1. Alergi
Mungkin selama ini si kecil tidak menunjukkan adanya alergi setelah minum susu. Bunda sudah sangat selektif dalam memilihkan susu. Hanya susu yang tidak menyebabkan alergi saja yang bunda berikan.
Akan tetapi, siapa sangka jika kelebihan minum susu juga bisa menyebabkan alergi. Bunda tahu mengapa? Karena di dalam darah terdapat kadar antibodi susu sapi yang begitu tinggi.
Memang setiap anak memiliki level alergi sendiri-sendiri. Ada yang kebal. Artinya, meskipun ada potensi alergi, tapi tubuh mampu mengatasi masalah tersebut. Namun, ada yang tidak kuat. Setelah minum susu, alergi langsung terjadi. Ini biasanya ditunjukkan dengan beberapa gejala seperti diare, sakit perut, bintik merah pada kulit, dan lain sebagainya.
Yang paling sering terjadi adalah obesitas yang kemudian membuat anak berisiko terkena diabetes. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa sebaiknya bunda batasi konsumsi susu pertumbuhan anak.
Cara Penyajian Susu Yang Salah
Bunda pasti sudah merasa yakin bahwa cara penyajikan susu yang bunda lakukan sudah benar. Coba bunda review lagi.
Mana yang lebih dulu antara menuangkan susu dengan menuangkan air hangat ke dalam gelas? Jika selama ini bunda lebih dulu menuangkan susu baru kemudian memasukkan air hangat, itu cara yang salah.
Menuangkan air hangat apalagi panas pada susu akan merusak kandungan nutrisi di dalam susu, terutama protein. Itulah mengapa penting sekali bagi bunda untuk melakukan yang sebaliknya. Tuangkan dulu air panas lalu air dingin. Pastikan air sudah hangat. Baru kemudian bunda bisa tuangkan susu ke dalam gelas yang sudah terisi dengan air hangat tersebut. Dengan demikian, nutrisi yang terkandung di dalam susu masih tetap ada. Tidak ada yang rusak.
Selain itu, ada juga cara penyajian susu yang penting juga bunda ketahui. Ini juga bertujuan sama, yaitu agar si kecil mendapatkan manfaat dari susu yang bunda berikan.
Apakah selama ini bunda tambahkan gula agar susu lebih enak dan si kecil lebih suka? Jika ya, hentikan ya bunda. Menambahkan gula akan membuat risiko anak terkena diabetes semakin tinggi. Sebenarnya, sudah ada kandungan gula di dalam susu. Hanya saja, kandungannya sangat sedikit. Itu sudah cukup dan bunda tidak perlu lagi untuk menambahkannya lagi.
Banyak sekali hal-hal sepele yang dilakukan oleh orang tua yang berakibat buruk untuk kesehatan anak. Itulah mengapa bunda harus rajin membaca hal-hal yang terkait dengan tumbuh kembang anak, terutama yang berkaitan dengan kesehatan sang buah hati. Bunda harus selalu meng upgrade pengetahuan bunda mengenai hal tersebut. Jadikan ini momen yang tepat bagi bunda untuk belajar bagaimana menjadi orang tua yang membantu tumbuh kembang sang buah hati lebih optimal.



Thursday, August 23, 2018

Khawatir Si Kecil Yang Aktif Terlalu Kurus? Ini Cara Memilih Susunya


Si kecil sudah berusia 3 tahun dan tumbuh menjadi anak yang aktif. Dia suka berlari kesana kemari, bergaul sama tetangga dan teman-teman, bermain bola dengan ayahnya, bersepeda dan lain-lain. Bunda senang melihat perkembangannya, namun bunda dan keluarga menilai si kecil terlalu kurus. Apakah si kecil perlu mengurangi sisi aktifnya sehingga makanan tercerna baik? Atau Si kecil perlu konsumsi produk susu pertumbuhan anak yang tepat? Simak penjelasannya berikut ini.

Anak yang sehat adalah anak yang aktif. Alasannya sederhana, anak yang aktif atau banyak bergerak cenderung menjadi anak yang memiliki tubuh yang sehat. Keinginan mereka untuk aktif juga sangat didasari oleh anak usia 3 tahun yang sedang mengalami perkembangan otak secara maksimal. Bila bunda pernah memahami makna golden age, maka bunda akan menyadari kalau si kecil sedang menyerap apapun yang berada di lingkungannya dan dia senang eksplorasi. Jadi bunda jangan mengurangi sisi aktifnya ya. Kalau bunda khawatir kalau dia adalah anak hiperaktif, bunda bisa membaca penjelasannya di artikel berikut ini.

Kalau aktif bukanlah masalah lagi, maka kita akan membahas nutrisi untuk si kecil. Anak-anak usia 3-5 tahun perlu mendapatkan makanan yang seimbang. Makanan si kecil haruslah lengkap dari protein, pati, sayur-sayuran dan buah-buahan. Protein bisa bunda dapatkan lewat makanan berunsur daging, telur dan kacang-kacangan. Pati adalah makanan seperti beras putih, merah, kentang, ubi atau makanan-makanan yang mengandung karbohidrat. Jangan lupa untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil dengan susu yang baik; salah satunya adalah Susu Dancow 3+.

Alasan susu Dancow mendukung pertumbuhan si kecil adalah dia memiliki semua kandungan nutrisi yang dimiliki untuk anak usia 3 tahun. Ditambah lagi susu Dancow juga mengandung bakteri Lactobasillus yang dipercaya dipercaya bagus untuk saluran cerna si kecil. Bunda tahu anak yang senang eksplorasi juga rentan terkena penyakit seperti diare, makanya bakteri baik ini menjaga si kecil dari diare. Hal ini juga akan mengurangi kemungkinan si kecil memiliki berat badan di bawah normal. Selain itu, Dancow mengandung DHA, Omega-3 dan 6 yang bagus untuk perkembangan otak anak. Kalsium yang mendukung pertumbuhan fisik atau tinggi badan anak juga berada dalam kandungan susu anak ini. Kesimpulannya, bunda bisa memberikan Dancow 3+ sebagai susu yang cukup seimbang sebagai makanan tambahan.

Setelah itu bunda perlu memastikan kalau si kecil mengkonsumsi cukup susu. Si kecil yang berusia 3 tahun perlu konsumsi 2 gelas susu setiap hari. Bila si kecil senang konsumsi produk susu lainnya seperti keju, yogurt dan lain-lain maka si kecil bisa mengurangi susu yang perlu diminum. Niscaya si kecil tidak akan kekurangan asupan gizi.

Bila bunda telah memastikan nutrisi si kecil terpenuhi dan menurut bunda dia masih kurus, bunda mungkin perlu mencari tahu berat badan normal anak usia 3 tahun. Anak laki-laki yang memilki berat 11-16 kg dan anak perempuan 10-12 kg adalah berat badan normal. Bila berat badan berada diantara 10-11 kg, anak laki-laki bunda boleh dibilang kurus. Sementara anak perempuan yang kurus memilki berat badan berkisar 9-10 kg. Anak yang kurus boleh diberikan makanan tambahan bergizi lainnya. Namun, si kecil yang memilki berat badan lebih rendah dari anak yang kurus, perlu dibawa ke dokter. Si kecil berarti mengalami malnutrisi. Si kecil yang berada di atas berat badan normal, perlu melakukan diet.

Setelah membacanya, apakah bunda sudah agak tenang dan tahu produk susu pertumbuhan yang baik? Semoga bermanfaat informasinya.

Tuesday, July 31, 2018

Tips menyusun jadwal minum susu anak 1 tahun dan mpasinya


Tahun pertama si kecil penuh dengan banyak perubahan apalagi menjelang pertukaran usia 11 ke 12 bulan. Salah satu kesulitannya adalah menyusun jadwal minum susu anak 1 tahun dan mpasi yang tidak lagi encer. Di usianya yang satu tahun ini, memberikan makanan ke bayi boleh dibilang tidak terprediksi. Mereka begitu mudah teralihkan sehingga makanan pun sering diabaikan. Namun kadang kala dia sepertinya makan lebih banyak dari bunda. Tenang bunda, hal ini normal kok. Yang pasti bun, jangan coba-coba untuk mengikuti jadwal si kecil karena dia bisa memanfaatkannya dan bunda menjadi kewalahan. Bunda perlu menetapkan jadwal rutin makan untuk mencegah sulit prediksi dan si kecil menjadi pemilih.

Jadwal minum susu dan makan dengan dua kali tidur siang
7.30 - 8.00 si kecil akan diberikan sarapan 15-30 menit setelah jalan pagi. Bunda bisa menyuguhkan susu bayi satu tahun di dalam gelas lengkap dengan protein, karbohidrat, sayur-sayuran dan buah-buahan.
10.30 tidur siang
12.00 makan siang setelah 15-30 menit jalan-jalan. Berikan kembali susu yang kaya akan lemak, protein, karbohidrat, sayur dan buah-buahan
14.30 cemilan berupa susu, protein, karbohidrat, sayur dan buah-buahan dengan porsi lebih kecil
15.00 tidur siang
17.30-18.00 makan malam bergizi yang berisi susu, protein, karbohidrat, sayur dan buah-buahan

Jadwal minum susu anak 1 tahun dan makan dengan 1 kali tidur siang
7.30 - 8.00 Si kecil bisa menikmati sarapan setelah jalan-jalan. Bunda bisa memberikan susu di gelas, protein, karbohidrat, sayur dan buah-buahan
11.00 Makan siang dengan susu, protein, karbohidrat, sayur dan buah-buahan
12.00 jam tidur siang
14.30 - 15.00 Berikan cemilan kepada si kecil. Makanan tersebut adalah susu, karbohidrat, protein, sayur dan buah-buahan dengan porsi lebih kecil
17.30 - 18.00 Si kecil akan diberikan makan malam lengkap dengan protein, karbohidrat, sayur, buah-buahan dan susu.
Beberapa tips yang bunda perlu ketahui:
1. Total pemberian susu tidak boleh lebih dari 880 ml. Jadi bunda tinggal bagikan 880ml ke dalam 4 kali makan
2. Jadwal makan si kecil haruslah memiliki jarak 2.5 sampai 3 jam dari si kecil selesai makan
3. Bayi dan balita sudah sanggup makan makanannya sendiri di usia ini. Memang si kecil yang makan di usia ini sangat berantakan dan bunda perlu membersihkannya susah payah, namun kegiatan ini akan melatih perkembangan motorik si kecil dan membiasakan si kecil mandiri dalam makan.
4. Jika si kecil sering cegukan, bunda tidak perlu khawatir karena cegukan adalah kondisi normal dalam perkembangan si kecil
5. Bunda perlu memastikan banyaknya variasi makanan pada diet si kecil. Idealnya, bunda tidak menyajikan dua makanan yang sama dua hari berturut-turut. Bunda bisa menelusuri dunia maya untuk mendapatkan inspirasi
6. Bunda perlu memastikan si kecil terbiasa olahraga karena kegiatan ini bisa menambah nafsu makan anak.
7. Biasakan si kecil makan di kursinya dan tidak lari-lari dikejar bunda atau pengasuh
8. Di usia 1 tahun, bunda sudah perlu memikirkan cara agar si kecil tidak lagi terbiasa ngedot.
9. Bila bunda khawatir jumlah kalori yang si kecil makan atau ingin menambahkan berat badan si kecil, salah satu caranya adalah memilihsusu anak 1 tahun yang bergizi seperti Dancow Advanced Excelnutri+ 1+ yang cocok untuk anak usia 1-3 tahun.
Bunda sudah tahu kan menyusun jadwal makan si kecil. Bila si kecil tetap susah makan atau kurang nafsu makan, bunda bisa membawanya ke dokter anak untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Bunda adalah ibu yang baik!


Monday, July 30, 2018

Pentingnya Susu Untuk Anak 3 Tahun


Susu untuk anak usia 3 tahun merupakan pelengkap nutrisi hariannya. Saat anak menginjak usia ke tiga, ia sudah siap memulai masa sekolah, dengan mengikuti pendidikan anak usia dini atau kelompok bermain. Bersama teman-temannya, ia akan mengeksplorasi semua yang ada disekitarnya. Ia sudah siap untuk belajar.

Untuk itu, memenuhi asupan nutrisi terbaik bagi anak adalah kewajiban setiap orang tua. Pada usia 3-6 tahun anak memasuki periode pra sekolah atau early childhood. Semua bisa menjadi arena belajar.

Periode Emas Anak Usia 3-6 Tahun
Masa ini, anak mulai berminat untuk bersosialisasi. Rasanya, bermain bersama ibu saja dirumah, tak akan cukup. Ia akan memulai kehidupan luarnya dari lingkungan terdekat hingga sekolah. Kemudian, anak sudah mampu membedakan jenis kelamin. Mereka mulai memiliki kecenderungan bermain dengan sesamanya, dan membentuk kelompok. ‘keakuannya’ mulai muncul. Pada fase ini, ia mulai ingin diakui.

Masa-masa berimajinasinya menjadi luas. Anak akan mulai bermain peran bersama teman-temannya. Disinilan sosial, emosional, dan intelegensi nya mulai berkembang dengan sangat pesat. Anak mulai mampu berargumen. Tak jarang, terjadi konflik kecil diantara mereka. Itu wajar. Saat ini self defense mulai menguat.

Pada usia 3-6 tahun, bisa juga disebut sebagai questioning age. Dimana anak akan banyak bertanya apa saja. Televisi ikut andil besar dalam mempengaruhi emosionalnya. Jadi, orang tua wajib mendampingi anak menonton TV atau Video ya. masa-masa kritis akan mencapa puncaknya saat anak berusia 6 tahun. Pertanyaan ‘apa’, ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ seringkali munucul dari mulut kecilnya. Orang tua harus pandai-pandai memberi jawaban yang logis.

Secara fisik, anak usia 3-6 tahun tak menunjukan peningkatan yang signifikan. Namun, sebaliknya, otaknya berkembang sangat pesat dalam mengolah informasi yang ada disekitarnya. Pada usia ini kesadaran dirinya mulai meningkat. Tak jarang ia ingin mendominasi dalam suatu kelompok.

Perkembangan motorik anak usia prasekolah lebih kompleks. Anak sudah mulai bisa melakukan segala yang menyangkut dirinya sendiri. Bisa dikatakan anak sudah mulai mandiri. Dimulai dari makan, memakai dan melepas pakaian dan sepatu, bermain dan sebagainya. Pada motorik halusnya, anak sudah mulai dapat diajak mewarnai, belajar menggunting, menempel, dan membuat prakarya.

Nutrisi Penting Untuk Anak Usia 3-6 Tahun
Nutrisi merupakan komponen penting dalam mengawal tumbuh kembang anak. Terlebih, anak usia prasekolah sudah mulai dapat memilih makanannya sendiri. Sehingga ibu harus lebih pintar menarik minat makan pada anak. Menu 4 sehat 5 sempurna adalah yang terbaik. yang terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin, dan kalsium.

Menu harian yang bervariasi dapat menunjang kebutuhan gizi harian si kecil. makanan padat nutrisi, seperti sayur dan buah lebih baik untuk dikonsumsi daripada makanan cepat saji yang tinggi lemak namun minim serat dan nutrisi. Kemudian, lengkapi nutrisi si kecil dengan pemberian susu secara rutin.

Manfaat Susu Yang Baik Untuk Anak
Susu adalah penyuplai kalsium yang baik untuk anak. Untuk membentuk tulang dan gigi yang sehat, anak dianjurkan untuk mengkonsumsi susu 2-3 gelas dalam sehari. Penyajian susu secara tepat juga diperlukan, untuk menjaga kandungan nutrisi dan kesehatan anak. Perhatikan tiap kemasannya, disana tertera saran penyajian dan aturan yang harus diikuti.

Beberapa Manfaat yang terdapat pada susu pertumbuhan adalah:
·         Menjaga Kepadatan Tulang dan Gigi
Susupertumbuhan anak untuk usia 3-6 tahun memiliki kandungan kalsium yang tinggi. dan dilengkapi denga vitamin dan mineral, susu nyatanya sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi anak. Dimasa tumbuh kembangnya, anak memerlukan asupan kalsium dan nutrisi penting lainnya. Untuk mencegah terjadinya stunting pada anak.

·         Meningkatkan fungsi otak secara optimal
Sel Otak sudah mulai tumbuh sejak anak bayi ada dalam kandungan. Dan setelah si kecil lahir ke dunia, milyaran sel otak tersebut mulai berkembang dan terkoneksi. Penting stimulasi adalah untuk merangsang perkembangan otak anak di usia emasnya. Termasuk dengan pemenuhan nutrisi hariannya. Nutrisi penting yaang berfungsi untuk mendukung perkembangan otak secara optimal adalah asam esensial, yakni AA, DHA, dan EPA. Selain untuk otak, ketiga komponen penting tersebut dapat menjaga kesehatan mata.

·         Mencegah diabetes
Kandungan kalsium dan magnesium lah yang berperan dalam mencegah anak terhindar dari penyakit diabetes tipe 2. Pilih susu dengan kandungan rendah lemak dan sukrosa. Ini dapat menjaga kadar insulin dalam darah si kecil.

·         Meningkatkan daya tahan tubuh
Kini, susu yang bagus untuk anak 3-6 tahun mengandung prebiotik. Yakni FOS dan GOS. Kedua komponen ini berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Yakni, dengan meningkatkan jumlah bakteri baik dan mengurangi jumlah bakteri jahatnya. Selain itu, kandungan FOS dan GOS juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun. Sehingga anak tak mudah sakit.

Pemberian susu anak 3 tahun sebanyak 3 gelas dalam sehari mampu melengkapi kebutuhan nutrisi penting dalam tumbuh kembangnya. Namun begitu, orang tua juga harus mewaspadai terjadinya alergi susu sapi pada anak. Gejala yang ditimbulkan biasanya, terjadi diare atau muntah beberapa saat setelah minum susu. Jika begitu, segera konsultasikan kepada dokter spesialis anak untuk mendapatkan solusi yang tepat. Atau, anda dapat mengganti susu pertumbuhannya dengan susu soya. Dengan 100% isolat protein kedelai, Susu soya pun mampu memenuhi nutrisi harian anak. Dengan aroma dan rasa vanila yang lezat, anak-anak pasti suka.

Saturday, July 28, 2018

Umur berapa anak berhenti minum susu formula?


Bunda mungkin pernah memiliki pertanyaan, umur berapa anak berhenti minum susu formula?
Minuman yang kaya akan kalsium ini sebenarnya tidak ada batasan dalam konsumsinya.
Bahkan survey membuktikan, si kecil yang terbiasa minum susu justru bisa menyerap nutrisi,
vitamin dan mineral lebih baik daripada anak-anak yang tidak minum.
Selain itu kesehatan dan berat badan mereka juga jauh lebih baik dan berkembang bagus.


Mungkin dalam perkembangan usianya, si kecil yang dulunya doyan susu anak 1 tahun mulai
menolak minum susu. Si kecil juga tidak lagi membutuhkan susu full cream namun skim milk.
Tetapi bunda tidak perlu khawatir, bunda bisa memberikan pengganti susu seperti keju, yogurt
dan lain-lain. Atau bunda bisa mencoba tips-tips dibawah ini.


1. Libatkan si kecil dalam proses pembuatan susu.
Ketika si kecil memilih dan membantu dalam proses pembuatan susu,
biasanya dia lebih menikmati susu tersebut.
Bunda juga bisa meminta si kecil untuk membersihkan peralatan setelah minum.
2. Celupkan biskuit atau sereal ke dalam susu.
Bunda bisa menyiapkan semangkok susu dingin dan biskui atau sereal kesukaan si kecil.
Setelah itu tunjukkan cara untuk menikmati biskuit dan sereal dengan susu dengan
memasukkannya ke dalam mangkok susu.
3. Menjadikan makanan keluarga.
Bunda bisa membuat susu sebagai salah satu menu sarapan keluarga.
Contohnya: susu, telur, sereal, roti dan buah-buahan bisa dijadikan menu sarapan
4. Membuat pudding. Anak mana yang tidak suka pudding.
Rasanya manis, enak dan gampang dibuat.
Bunda bahkan bisa meminta si kecil untuk membuatkannya.
Dalam proses pembuatan pudding, jangan lupa masukkan susu sebagai salah atu bahannya.
5. Membuat smoothies dari buah dan susu.
Minuman yang satu ini selain enak rasanya juga termasuk minuman sehat.
Kandungan vitamin dan mineralnya yang banyak ini memberikan energi pada si kecil.
Selain itu bunda bisa mengganti campuran buah dengan buah favorit si kecil.
6. Membuat es buah. Es buah adalah satu snek sehat yang bisa bunda berikan kepada si kecil.
Bunda bisa memblender buah dan sayur lalu masukkan ke dalam wadah kecil-kecil.
Setelah itu dinginkan dan masukkan ke dalam freezer kulkas hingga beberapa jam.
Sajikan ketika es tersebut telah menjadi beku.
7. Membeli cangkir lucu dan sedotannya.
Tidak ada yang bisa menarik perhatian anak-anak selain pada barang-barang yang lucu atau tokoh favorit mereka.
Bunda bisa menyajikan susu di atas cangkir dan sedotan lucu tersebut untuk meningkatkan keinginan mereka
minum susu.
8. Membuat kontes.
Bila si kecil memiliki saudara, bunda bisa mengadakan kontes dengan memberikan stiker setiap kali mereka berhasil
minum segelas susu. Kompetisi ini akan meningkatkan konsumsi susu pada si kecil
9. Menjadi contoh bagi anak-anak.
Sebelum bunda memberikan susu anak 1 tahun kepada si kecil yang gak suka,
bunda perlu minum susu bunda terlebih dahulu di depannya.
Biasanya si kecil akan mengikuti kelakuan orang tuanya.


Bagi si kecil yang tidak bisa konsumsi susu sapi,
bunda bisa menggantikannya dengan susu kedelai,
susu almond, susu beras, susu kelapa, susu gandum, susu cashem dan masih banyak lagi.


Sebelum bunda membeli pengganti susu ini, bunda perlu mempertimbangkan beberapa hal:
1. Gula. Susu kacang-kacangan ini biasanya tidak memiliki rasa yang kuat sehingga gula pun ditambahkan.
Bunda perlu memilih susu yang tidak ditambahkan gula dan hindari merk yang tulisan komposisi gulanya berada pada
3 bahan utama
2. Kalsium. Kandungan kalsium susu sapi lebih tinggi dibanding susu penggantinya.
Hampir semua minuman pengganti ini menambahkan kalsium ke dalamnya.
Bunda perlu memilih yang mengandung paling sedikit 120 mg kalsium per 100 ml susu.
3. Vitamin B12. Vitamin yang satu ini lebih banyak ditemukan di produk dari hewani.
Fungsi vitamin B12 adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh dan fungsi otak.
Orang-orang yang vegetarian perlu minum susu yang mengandung B12
4. Harga. Harga susu kacang-kacangan ini biasanya jauh lebih mahal dari susu sapi.
Bunda bisa membuatnya sendiri di rumah. Hanya saja kandungan vitamin B12 dan calsiumnya
perlu bunda ganti dengan makanan lain.

Semoga artikel ini menjawab pertanyaan bunda,
umur berapa anak berhenti minum susu formula. Jangan lupa untuk memberikan susu kepada si kecil.

Friday, July 27, 2018

6 Tips memilih susu anak 1 tahun untuk si kecil


Ketika si kecil memasuki usia 12 bulan, dia membutuhkan banyak sekali energi
untuk membuat pertumbuhannya tetap lancar. Bunda pun perlu memilih
susu anak 1 tahun yang tepat untuk si kecil.
Pilihannya banyak, tetapi susu seperti apakah yang cocok buat si kecil?
Mari simak tips memilih susu yang baik untuk si kecil.
1. Pilihlah susu yang tepat untuk si kecil

Susu sapi
Susu yang satu ini adalah susu yang paling banyak dikonsumsi.
Hampir 80% dari kandungan susu ini mengandung protein dari susu sapi.
Protein ini dipecah-pecah oleh sistem pencernaan si kecil.
Formula susu sapi ini biasa ditambahkan zat besi untuk mencegah anemia pada si kecil.
Bunda juga perhatikan adanya formula DHA (docosahexaenoic acid) dan ARA (arachidonic acid)
ditambahkan ke susu si kecil.
Penambahan ini sangat bagus untuk anak karena bisa membantu perkembangan otak dan mata
si kecil. Konsumsi susu formula bayi 1 tahun yang dianjurkan adalah total 700-880 ml sehari
dan bisa dibagikan menjadi beberapa kali dalam sehari.
Susu kedelai
Tidak semua bayi bisa konsumsi susu sapi.
Ketidakmampuan ini bisa bersifat sementara atau jangka panjang.
Banyak dokter yang percaya penggunaan susu kedelai perlu diminimalisir khusus untuk bayi
yang alergi susu sapi atau memiliki penyakit genetika galactosemia.
Para dokter menyadari beberapa keluarga yang hidup secara vegetarian,
memberikan susu kedelai kepada si kecil. Namun susu ini bukanlah opsi terbaik.
Susu kedelai tidak mengurangi gas di perut si kecil sehingga bukan pilihan terbaik
bila si kecil memiliki masalah pencernaan.
Susu Hydrolisis
Bunda mungkin pernah mendengar di luar sana telah ada produk susu yang sudah dicerna.
Artinya protein pada susu sapi telah dihancurkan hingga kecil dan mudah dikonsumsi si kecil.
Bila bunda memiliki bayi yang memiliki kecenderungan alergi susu sapi,
bunda bisa meminta rekomendasi dokter anak untuk mengkonsumsi susu hydrolisis.
Susu spesial
Susu yang satu sangatlah mahal dan hanya bisa dibeli dengan resep dokter.
Mereka dibuat khusus untuk bayi yang memiliki penyakit tertentu.
2. Perhatikan kandungan zat besi pada susu
Setiap susu formula biasanya ditambahkan kandungan zat besi di dalamnya.
Sebenarnya ASI tidaklah banyak mengandung zat besi.
Namun si kecil akan selalu menyerap zat besi sebanyak mungkin.
Namun bila di dalam sufor terlalu dikit, si kecil tidak bisa menyerap banyak.
Jadi bunda mending memiliki susu formula yang kaya zat besi kecuali si kecil berkebutuhan khusus

3. Usia
Takaran susu formula bayi 1 tahun berbeda dengan takaran si kecil yang berusia lebih kecil
atau lebih besar. Selain itu kandungan susu untuk setiap jenjang usia berbeda seperti komposisi
vitamin dan mineral.
4. Mudah di dapat
Susu yang si kecil minum tentulah harus susu yang mudah dibeli di toko, mini market atau
supermarket. Hal ini tentu akan mengurangi kepanikan bunda ketika stok susu si kecil sudah
menipis dan susah dibeli.
5. Toleransi si kecil
Membeli susu formula yang disukai si kecil memang penting.
Namun apakah si kecil toleransi dengan bahan-bahannya?
Bunda perlu mengecek apakah si kecil bertumbuh dengan baik setelah
konsumsi susu formula bayi 1 tahun.
Tidak apa-apa kok bunda untuk mengganti susu hingga menemukan yang sesuai.
6. Kemampuan finansial bunda

Susu formula memang tidak murah. Jadi bunda perlu memastikan kecocokan budget bunda
dengan susu bergizi untuk si kecil.